Saturday, June 9, 2012

Publikasi Bukanlah Ancaman


Bukan suatu wacana lagi bahwa negara kita telah mewajibkan seluruh calon lulusan perguruan tinggi untuk melakukan publikasi ilmiah. Langkah ini diambil pemerintah bukan hanya untuk meningkatkan pasokan publikasi ilmiah semata, melainkan untuk memajukan kualitas pendidikan. Benarkah?
Publikasi merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Karena di salah satu sisi, mahasiswa yang akan mempunyai kepentingan untuk lulus akan merasa dituntut untuk berpikir lebih keras untu membuat suatu publikasi. Kita semua tahu bahwa untuk melakukan publikasi tidaklah mudah. Untuk ukuran mahasiswa Indonesia, kita rasa untuk membuat publikasi skala nasional akan ditemukan kesulitan. Publikasi jurnal bukanlah hal yang mudah, kesempatannya pun tidak banyak. Pubilkasi hanyalah ada sekitar 8 kali dalam setahun. Namun, jumlah mahasiswa di Indonesia kian banyak. Bagaimana masalah ini akan diantisipasi oleh pihak mahasiswa bersama universitas yang bersangkutan?

Untuk sementara mungkin menyingkirkan hal itu dulu. Yang paling penting sebelum memikirkan sulitnya publikasi ialah bagaimana kita akan memulai pembuatan suatu jurnal. Tak bisa dipungkiri bahwa budaya copy paste masih melekat di kalangan mahasiswa Indonesia. Sangat berbahaya. Karena dengan merebaknya isu publikasi, merebak juga isu plagiarisme.

Maka dari itu, kita sebagai mahasiswa yang berkarakter, mulai sekarang kita berusaha semampu kita untuk menghilangkan budaya copy paste. Memakai suatu pustaka bukanlah hal yang dilarang, tetapi semua itu sudah ada aturannya.Gunakan prosedur yang tepat, sungguh-sugguh membuat jurnal, akan mengantarkan kita pada publikasi jurnal yang bagus.

Ditulis Oleh : Mas Win // 4:42 PM
Kategori:

0 Komentar:

Post a Comment

Komentar bonus nasi bungkus